Kutipan ayatnya : “Innallaha yuhibbu tawwabina wa yuhibbu mutatohhirin.”

artinya : “Sungguh, Allah  menyukai orang-orang yang bertaubat, dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS Al Baqarah [2]: 222)

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW : “Ya Rasulullah !, menurutmu, jika aku berbuat dosa, apakah dosaku itu tertulis di sisi Allah ? ” Beliau menjawab : ” Ya , tertulis”. Kemudian ia berkata lagi : “Kalau sekiranya aku bertaubat ?”. Nabi akhir zaman ini menjawab : “Dihapuskan” . ” Kalau aku kembali berbuat dosa ?”, tanyanya lagi. Beliau menjawab : “Dihapuskan” . Kemudian lelaki itu berkata lagi : “Sampai kapan akan dihapuskan ?”. Nabi SAW.bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan pernah bosan memberikan ampunan, hingga kamu bosan dari beristigfar (memohon ampunan kepada-Nya )” ( HR. Al Baihaqi ).

ALLAH MENUTUPI AIB ORANG YANG BERTOBAT

Peristiwanya terjadi di zaman Bani Israil. Ada seorang lelaki yang bermaksiat kepada Allah selama 40 tahun, tanpa pernah sekalipun bertaubat kepada-Nya. Satu masa diwilayahnya terjadi musim paceklik yang hebat selama kurang lebih satu tahun. Umat Nabi Musa meminta kepadanya agar ia berdoa kepada Tuhan untuk meminta hujan.

Nabi Musa kemudian mengumpulkan kaumnya dilapangan terbuka dan berdoa bersama : “Wahai Tuhan kami yang menguasai hujan. Wahai Tuhan, turunkanlah hujan !.” Beberapa kali doa itu mereka panjatkan, namun hujan tidak turun juga.Allah SWT. berfirman : “Wahai Musa, hujan tidak akan turun, karena di antara kamu terdapat seorang hamba yang berbuat maksiat kepada-Ku selama empat puluh tahun. Karena keburukan maksiatnya, Aku mengharamkan hujan dari langit untuk kalian semua.

Nabi Musa bertanya : “Wahai Tuhan !. Lalu apa yang harus aku perbuat ?”. Allah SWT. menjawab: “Keluarkanlah ia dari kalian”.Nabi Musa AS berdiri dihadapan mereka dan berkata : “Wahai Bani Israil, aku bersumpah kepadamu semua. Di antara kita ada seorang hamba yang berbuat maksiat kepada Allah selama empat puluh tahun. Karena keburukan maksiatnya, Allah mengharamkan hujan dari kita semua. Hujan tidak akan pernah turun, hingga ia keluar dari kita. Hendaklah ia segera keluar dari kaum kita”.Mendengar perkataan Nabi Musa ini, orang yang merasa ” terkena ” itu melihat ke sekelilingnya.

Dia berharap ada orang yang keluar.. Ternyata dalam suasana hening itu, tidak ada seorangpun yang beranjak. Lalu si pelaku maksiat itu berdoa dengan khusyuk dalam hati : “Wahai Tuhanku !. Aku bermaksiat kepada-Mu selama empat puluh tahun. Aku mohon tutupilah aibku itu, karena kalau hari ini aku keluar, niscaya aku akan dilecehkan dan dipermalukan. Aku berjanji kepada-Mu. Aku tidak akan mengulangi perbuatan-perbuatan maksiat itu lagi. Terimalah taubatku dan tutupilah aibku ini”.Tidak lama kemudian, hujan pun turun dengan lebat. Padahal tidak ada seorangpun yang keluar dari kerumunan itu.

Lalu nabi Musa bermunajat : “Wahai Tuhan !, hujan telah turun. Padahal tidak ada seorangpun dari kami yang keluar”. Allah SWT. menjawab : “Wahai Musa, hujan telah turun karena kegembiraan- Ku atas taubat hamba-Ku yang telah bermaksiat kepada-Ku selama empat puluh tahun lamanya”.Nabi Musa kembali bermunajat : “Wahai Tuhan !. Tunjukkanlah kepadaku siapa orangnya, hingga aku bisa bersuka cita untuknya”. Allah SWT. berfirman : ” Wahai Musa , ia bermaksiat kepada-Ku selama empat puluh tahun lamanya, sedangkan Aku menutupi aibnya. Apakah mungkin dihari ia kembali kepada-Ku dengan bertaubat, Aku malah mempermalukannya? ”

Yuk perbanyak bertaubat di bulan Rajab ini hingga datangnya Ramadhan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *